Tentu Kita Pilih Yang baik-baik

Standard

Pekan yang lalu, dalam mimbar jum’at di musholla Kampus ITC, Enschede-Belanda, khotib memberikan sebuah ilustrasi sederhana tetapi sangat menyentuh tentang pilihan-pilihan yang harus kita pilih dalam hidup ini.

Khotib memulai dengan bercerita tentang perintah seorang presiden kepada tiga orang menterinya. Perintahnya sederhana, tidak terkait dengan urusan pemerintahan. Dalam dunia anak-ank ya…seperti permainan lah.

Nah, perintahnya adalah ketiga menteri tersebut diminta untuk memetik buah-buahan dan sayur-mayur yang terbaik dari kebun sang presiden. Kepada ketiganya diberikan masing-masing satu tas besar yang sama persis.  Dalam waktu satu hari ketiga harus menyerahkan masing-masing tas berisi buah-buahan dan sayauran kepada sang presiden.

Dus….setelah briefing selesai, ketiganya segera lah berhamburan ke kebun sang presiden dan mulai melaksanakan perintah atasannya.

Menteri pertama dengan cermat mencari, memilih dan memetik hanya buah-buahan dan sayuran yang berkualitas terbaik. Dia masukan barang-barang tersebut dengan hati-hati ke dalam tas yang sudah dipersiapkan.

Menteri kedua, dengan bermalas-malasan asal petik saja buah-buahan dan sayuran yang ada di depan mata. Buah yang bagus masuk, yang sudah mulai busuk pun masuk. Semuanya dicampuradukkan ke dalam tas yang diberikan kepadanya. Dia bergumam dalam hati “Pak presiden kan tidak mungkin ngecek isi tas ini, paling para pembantunya yang akan melakukannya. lagian tas-nya sama persis dengan tas koleganya yang para menteri itul”.

Meteri ketiga, dengan tampang “cuek bebek” tidak peduli memasukkan apa saja yang terlihat di depan mata ke dalam tasnya. Ada buah-buahan, sayuran, batu, dan apa pun yang dapat dimasukkan ke dalam tasnya.

Wal hasil, sore harinya mereka bertiga menghadap sang presiden membawa masing-masing tasnya. Apa kata presiden?

Wahai para menteriku, sekarang kalian bertiga aku masukkan ke dalam penjara selama sebulan penuh bersama tas kalian masing. Tidak boleh keluar, tidak boleh berhubungan dengan dunia luar.

Duss…………

Kira-kira apa yang bergemuruh di hati ketiga menteri itu????

Yang pertama tentu bilang “alhamdulillah”

Yang kedua akan bilang, waduh seandainya saya mengikuti perintah Pak Presiden.

Yang ketiga, “modar aku”

***

Begitulah sebuah gambaran bagi kita sekalian sebagai manusia yang diberikan oleh Alloh (Presidennya Presiden) keleluasaan di kebunNya (dunia) untuk mengambil yang baik-baik. Kehidupan nanti akan kita nikmati dengan bekal yang kita petik selama di dunia. Jika kita hanya ambil yang baik-baik, tentu kebahagiaan yang akan kita dapatkan, sebaliknya maka siksa Alloh akan sangat pedih.

Yuk kita pilih yang baik-baik aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s