Sebuah Renungan di Pagi Hari

Standard

Di pagi hari kami berada dan kerajaan (langit dan segala isinya) adalah milik Alloh swt. Segala puji hanya milik Alloh swt. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada ilah (Tuhan) selain Dia. Kepada-Nya lah tempat kembali.

Inilah sebuah petikan salah satu doa dalam dzikir al-Ma’tsurat yang rutin dibaca oleh orang-orang muslim. Sungguh luar biasa maknanya bila sejenak merenungkannya sembari meresapinya dan dikombinasikan dengan tadabbur alam.

Pagi ini, di sebuah kamar Hotel ITC, alhamdulillah Alloh swt memberika karunia kesehatan dan semangat yang baik di dalam diri saya. Saya buka gorden jendela sehingga amat jelas terlihat langit timur Kota Enschede dari lantai delapan (…ah delapan lagi!). Perlahan namun pasti, ada perubahan teratur terjadi di ufuk timur itu.

Waktu menunjukkan pukul 6.40 cet pagi. Matahari belum juga menampakkan jati dirinya. Langit masih kelabu. Awan tipis bergerak perlahan berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Sebagian berkelompok membentuk sebuah pola laksana tombak meluncur dari kanan ke kiri. Diantara kelompok itu tidak saling mengganggu, masing-masing bergerak di jalur-nya sendiri-sendiri. Empat buah pola linear segera menghiasi langit kelabu yang perlahan memerah itu.

Di sisi tembok kamar di belankangku ternyata ada juga fenomena yang cukup menarik merefleksikan perubahan yang terjadi di alam raya. Sinar mentari jingga kemerahan telah mengubah warna tembok kamarku menjadi indah untuk dilihat. Gambar dan coretan di kertas HVS berisikan ungkapan kebagiaan menyambut Bulan Ramadhan “Marhaban yaa Ramadhan” terikut pula tampak indah walau tidak layak untuk dikomersialkan. Subhanallah…

Tiba lah saatnya ketentuan Alloh swt. Matahari terbit di ufuk timur Kota Enschede ini pukul 6.53 cet. Rona cahaya Mentari jingga berkilatan menyembul dari balik Holland Casino, sebuah tempat pelanggaran terhadap undang-undang Alloh swt. Namun Matahari tidak peduli dengan ini, Ia tetap tunduk terhadap perintah-perintah Alloh swt untuk menyinari Bumi dimanapun kepada siapapun. Allohu Akbar!

Tidak lama berselang, sang Mentari harus bersapa dengan sang Awan yang terus bergerak tiada putusnya. Berdera-bendera di atas Holland Casino patuh berkibar menandakan adanya hembusan angin yang cukup keras. Warna kelabu gelap yang menyisipkan ketebalan, sang Awan mampu menghalangi sinar Mentari sehingga suasana di Kamarku kembali meredup. Namun kembali Mentari menemukan celah untuk memberikan anugerah sinarnya kepada makhluk di muka Bumi. Selang seling sinar Matahari dan tutupan awan tebal telah menjadikan Kamarku gelap terap, kelap kelip, suatu bentuk hiasan alam yang luar biasa.

Sungguh anugera Alloh swt yang luar biasa, masih memberikanku kesempatan menikmati keindahan ayat-ayat kauniyah-Nya.  Semuanya membentuk sinergi yang indah.

Bersyukur, lensa tercanggih di dunia , lensa mata (ku) masih bekerja dengan apik. Ya Alloh, aku mohon kepada-Mu dari mempergunakan segala anugerah-Mu pada hal-hal yang tidak Engkau sukai.

Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka.

3 responses »

  1. Jazakallahu khair Masbe, tulisan ente bagus tuh. Sekali-kali post di eramuslim🙂

    Salam,
    E.Hardjanto

  2. Tulisan yang bagus, saya jadi seperti berada dalam sebuah pengajian. Dimana kita mendapatkan kesejukan dalam hati dan bisa merasakan kebahagiaan yang hakiki. Pengajian yang bisa membuat kita merasa sanggup menghadapi cobaan apapun dalam hidup. Tulisan yang bisa menembus ke dalam hati dan meninggalkan kesejukan di dalamnya, meninggalkan semangat di dalamnya, meninggalkan perubahan menuju ke arah yang lebih baik yaitu kembali pada Allah SWT. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s