Punya laptop satu-satunya, tentu disayang-sayang. Mudah-mudahan awet dan dapat dipakai optimal. Seiring dengan bertambahnya variasi kerjaan, laptop juga harus semakin handal. Banyak jenis software yang harus dipasang. Jika tidak, kerja menjadi terhambat baik karena kinerja komputer yang lambat atau kepepet bongkar pasang software (menyita banyak waktu).
Kata temenku, yang namanya komputer itu performance-nya ditentukan (gampangan-nya) oleh processor, kapasitas harddisk, dan RAM memory. Kalo mau ditambah lagi termasuk mainboard. Untuk yang terakhir ini susah ngotak-atiknya, kecuali mau ganti komputernya sekalian.
Nah pilihan upgrade jatuh pada RAM, karena relatif paling mudah prosedurnya. Tapi ada kendala lain, yaitu bongkar laptop kan tidak semudah desktop.
Untuk dunia per-desktop-an, bongkar pasang peripheral adalah hal yang biasa, jadi menu rutin harian dikantor yang dihuni banyak pengguna pemula komputer. Tapi untuk bongkar-bongkar laptop, he… pikir-pikir dulu. Ya karena laptop kan harganya lebih mahal, barangnya kecil, rumit, jadi resikonya tinggi. Ada solusi cepat sih, langsung saja bawa ke toko servis komputer. Ditunggu satu jam (bisa kurang) kelar satu masalah ini. Namun, solusi cepat ini memiliki kelemahan, tidak memberikan kesempatan kita untuk belajar dan padat modal. Jika kita dapat ngerjain sendiri, upgrade RAM laptop, kita akan tambah pinter dan ada kepuasan tersendiri disamping hemat kantong juga.
Setelah dipikir-pikir, tantangan upgrade sendiri kelihatannya lebih menarik. Dengan modal googling, alhamdulillah dapat berbagai saran dan yang lebih keren lagi dapat software Everest (software untuk mendeteksi spesifikasi sistem komputer). Dengan software ini, aku korek spesifikasi RAM laptopku. Ternyata specnya hanya 512Mb DDR2 4200 SDRAM (maksimum 2Gb). Dengan modal spesifikasi ini aku pergi ke toko komputer dan beli dua RAM masing-masaing 1024Mb. Jadi jika nanti sudah terpasang laptopku bisa jalan dengan RAM 2Gb (wah bakalan kenceng banget tuh).
RAM sudah terbeli, obeng kembang ukuran kecil sudah ada ditangan. Sekarang tinggal buka laptopnya. Em…gimana ya bongkarnya…….
Dengan hati-hati kuperhatikan baut yang menancap di belakang body laptop. Ada 8 baut disana. Setelah semua baut bisa dilepas, aku perhatikan sambungan yang mungkin bisa dilepas. Akhirnya ketemu juga. Bagian utama laptopku adalah lapisan bawah, sedangkan lapisan atas hanya penutup saja atau peripheral, seperti touchpad mouse dan keyboard .

Lokasi module RAM (terlihat 512Mb)
Gambar atas pertama adalah kondisi laptop yang sudah terbuka bagian atasnya (terlihat di bawah keyboard). Selanjutnya keyboard bisa disingkirkan sementara untuk melihat tempat dimana module RAM berada (gambar atas ke dua). Pemasangan RAM sangat mudah, kerena terdapat slot pengunci RAM yang berfungsi untuk mengunci dan melepas RAM.
Setelah semua RAM baru 2 Gb terpasang dengan rapi, penutup tempat RAM dipasang dan begitu juga bagian-bagian yang lain. Kemudain dengan rasa was-was saya tekan tombol ON/OFF laptop saya, dus… semua berjalan normal, tidak ada masalah. RAM 2Gb langsung terdeteksi oleh BIOS tanpa perlu perubahan seting apapun. Alhamdulillah, akhirnya puas bisa bongkar-pasang laptop sendiri.