Category Archives: Kotrak-katrik komputer

File sharing di Windows ‘gak mau jalan

File sharing di Windows ‘gak mau jalan

Hari ini saya perlu untuk membuat file sharing di salah satu folder laptop saya. Seingatku bikin folder untuk bisa dishare (diakses oleh komputer lain) itu sangat mudah. Tapi kok ternyata sekarang susah banget. Udah bolak-balik dicoba tetep gak berhasil bikin sharing folder.

Ya, memeng dulu waktu re-install Windows, saya tidak mengaktifkan pilihan membuat sharing folder. Nah giliran sekarang dibutuhkan gak tahu caranya.

…..setelah cari tahu sana-sini akhirnya ketemu solusinya.

  1. Konfigurasi file sharing harus diaktifkan dulu. Caranya klik kanan ‘My Network Places’, terus pilih Properties.
  2. Jalankan task ‘Set up a home or small office network’, kemudian ikuti wizard yang ada sampai selesai (biasanya perlu reboot)
  3. Aktifkan service service ‘Computer Browser’ dari Control Panel > Administative Tools (…nah ini ni yang bikin pusing, soalnya baru tahu setelah coba-coba)
  4. Setelah selesai, baru bikin sharing folder hanya butuh 5 kali klik.

Online Storage

Online Storage

Sebentar lagi XDrive-nya AOL akan gulung tikar per 12 Januari 2009. Wah sedih juga, padahal baru aja kenal sama XDrive ini, sebuah tempat penyimpanan gratis online yang bisa kita gunakan untuk menyimpan semua file kita dan kita dapat akses dari mana saja.

Cari-cari penggantinya nampaknya belum ada sampai sekarang. GDrive, fasilitas seperti XDrive yang diharapkan dilauncing oleh Google juga belum nongol-nongol. Wah kapan ya kita bisa menikmati GDrive ini.

Sebagai alternatif, kita dapat menggunakan mailbox Gmail untuk menyimpan file-file kita. Lumayan kan karena kapasitasnya bisa mencapai 7 Gb. Tapi keterbatasannya ya sebuah file tidak bisa lebih dari 10 Mb. Keterbatasan lainnya adalah kurang nyaman dalam pengelolaan filenya. Sedikit ribet gitu.

Namun dekimian mailbox Gmail cukuplah untuk sementara menjadi solusinya. Untuk menggunakannya ada sebuah program kecil yang akan membuat Drive di komputer kita yang secara otomatis menjagi file manajer di mailbox Gmail. Program ini dapat diakses di sini. Setelah diinstal, di WIndows Explorer akan muncul Drive baru bernama GMail Drive seperti gambar berikut ini.GMail Drive

Untuk memfungsikan GMailDrive ini hanya dibutuhkan account Gmail saja. Anda selanjutnya dapat login/logout dan dapat berganti-ganti dari satu accoung Gmail ke account Gmail lainnya. Akses secara online dilakukan dengan membuka mailbox Gmail dan file tersebut (dalam GMail Drive) ada dalam bentuk attachment

Semoga bermanfaat.

Memperbesar ukuran disk Linux on Windows

Memperbesar ukuran disk Linux on Windows

Tulisan ini masih merupakan kelanjutan kotrak-katriku kemaren untuk ngejalanin Linux di Windows. Kebutuhan terhadap Linux penting untuk menjalankan SeaDAS yang hanya bisa running di Linux.

Setelah berhasil install dan jalanin andLinux, ada masalah baru dalam menginstall SeaDAS. Space disk Linux hanya sekitar 1.5 Gb, padahal SeaDAS butuh lebih dari 2Gb (minimal).

Dicari sana-sini bagaimana cara memperbesar ukuran disk Linux, akhirnya ketemu Tool di dalam folder andLinux. Tool tersebut adalah ImageResizeTool.zip yang setelah diunzip akan diperoleh toporesize-0.7.1. Dengan menjalankan toporesize.bat akan diperoleh GUI ntuk memperbesar ukuran disk. Perbesaran disk suskses dilakukan tetapi membuatnya menjadi file sistem Linux mengalami error. Jika error ini tidak diperbaiki, maka Linux on Windows tidak mau jalan.

Perbesaran file juga dapat dilakukan dengan perintah:
resize2fs di dalam DOS command prompt

Setelah browsing, cari-cari, ketemu cara mudah untuk membuat file disk Linux yang sudah diperbesar supaya tetap dikenali Linux dengan langkah-langkah berikut:

  1. Install ext2resize di root dengan perintah:
    apt-get install ext2resize
  2. Jalankan perintah berikut:
    ext2online /dev/cobd0

Tunggu beberapa saat (kasus saya, eksekusi ext2online butuh waktu sekitar 5 menit. Jika Linux prompt sudah muncul berarti proses sukses. Nah sekarang kita siap install SeaDAS lagi.

Linux di Windows? Gak perlu dual-booting lagi!

Linux di Windows? Gak perlu dual-booting lagi!

Linux?

Apaan ya, kelihatannya keren banget nih barang yang satu ini. Memang kebanyakan orang lebih mengenal Windows (sistem operasi) daripada Linux. Tapi tahu gak, bahwa Linux itu menyimpan berbagai kehandalan.

Di dunia Penginderaan Jauh (Remote Sensing) dan Sistem Informasi Geografis, terdapat berbagai software bagus yang hanya bisa (optimal) jalan di Linux. Ya, walaupun sekarang orang mungkin mudah memperoleh bajakan software RS/GIS (biasa untuk menyingkat penginderaan jauh dan sistem informasi geografis) yang jalan di Windows, tapi budaya ini sedikit demi sedikit harus dikikis.

Nah, kabar gembira bagi yang belum tahu saja ya.
Linux sekarang bisa running diatas platform Windows TANPA dual booting. Gimana sich maksudnya? Jadi saat ini kita bisa ngejalanin Linux di Windows tanpa harus bolak-balik booting Windows<–>Linux.  Caranya cukup mudah, install aja software andLinux. Cuma perlu diperhatikan bahwa untuk keperluan ini dibutuhkan space Hard Disk kosong 2.9 Gb. (wuih besar kali?).

andLinux menggunakan perangkat coLinux untuk menjembatani Linux di Windows. Windows yang digunakan dapat versi 2000, XP, 2003, dan Vista tapi yang versi 32-bit saja. Distro Linux yang dipakai adalah Ubuntu versi 7. coLinux lebih bagus digunakan daripada software virtual machine, karena hampir mampu mengintegrasikan Windows dan Linux.

Meski sudah dibuat sedemikian rupa oleh authornya, tapi saya mengalami kesulitan ketika harus menseting folder di Windows yang dapat diakses dari Linux menggunakan samba. Setelah cari-cari akhirnya alhamdulillah ketemu juga. Berikut caranya:

  1. Buat folder di Windows untuk sharing (bisa diakses dari Windows maupun Linux), misal di drive D:/LinuxS
  2. Set folder tersebut (D:/LinuxS) sebagai share folder (write access).
  3. Tambahkan code berikut di file /etc/fstab:
    //nama-computer/folder-yg-dishare /mnt -o username=nama-user,passwd=text-password
    (Catatan: Code yang saya tuliskan disini adalah yang sudah ditest dan jalan. Variasi code yang bisa juga dicoba)
  4. Edit file /etc/smbpasswd dengan mengisikan username dan password yang biasa digunakan untuk masuk ke Windows (Cara ini menghindarkan kita mengisi password setiap masuk share folder).
  5. Restart Linux dan selamat menggunkan Windows-Linux (keren bok!)

Berikut screenshot Linux di layar windows

Tampilan Linux di atas Windows

Tampilan Linux di atas Windows

Upgrade RAM laptop sendiri? Why NOT?

Upgrade RAM laptop sendiri? Why NOT?

Punya laptop satu-satunya, tentu disayang-sayang. Mudah-mudahan awet dan dapat dipakai optimal. Seiring dengan bertambahnya variasi kerjaan, laptop juga harus semakin handal. Banyak jenis software yang harus dipasang. Jika tidak, kerja menjadi terhambat baik karena kinerja komputer yang lambat atau kepepet bongkar pasang software (menyita banyak waktu).

Kata temenku, yang namanya komputer itu performance-nya ditentukan (gampangan-nya) oleh processor, kapasitas harddisk, dan RAM memory. Kalo mau ditambah lagi termasuk mainboard. Untuk yang terakhir ini susah ngotak-atiknya, kecuali mau ganti komputernya sekalian.

Nah pilihan upgrade jatuh pada RAM, karena relatif paling mudah prosedurnya. Tapi ada kendala lain, yaitu bongkar laptop kan tidak semudah desktop.

Untuk dunia per-desktop-an, bongkar pasang peripheral adalah hal yang biasa, jadi menu rutin harian dikantor yang dihuni banyak pengguna pemula komputer. Tapi untuk bongkar-bongkar laptop, he… pikir-pikir dulu. Ya karena laptop kan harganya lebih mahal, barangnya kecil, rumit, jadi resikonya tinggi. Ada solusi cepat sih, langsung saja bawa ke toko servis komputer. Ditunggu satu jam (bisa kurang) kelar satu masalah ini. Namun, solusi cepat ini memiliki kelemahan, tidak memberikan kesempatan kita untuk belajar dan padat modal. Jika kita dapat ngerjain sendiri, upgrade RAM laptop, kita akan tambah pinter dan ada kepuasan tersendiri disamping hemat kantong juga.

Setelah dipikir-pikir, tantangan upgrade sendiri kelihatannya lebih menarik. Dengan modal googling, alhamdulillah dapat berbagai saran dan yang lebih keren lagi dapat software Everest (software untuk mendeteksi spesifikasi sistem komputer). Dengan software ini, aku korek spesifikasi RAM laptopku. Ternyata specnya hanya 512Mb DDR2 4200 SDRAM (maksimum 2Gb). Dengan modal spesifikasi ini aku pergi ke toko komputer dan beli dua RAM masing-masaing 1024Mb. Jadi jika nanti sudah terpasang laptopku bisa jalan dengan RAM 2Gb (wah bakalan kenceng banget tuh).

RAM sudah terbeli, obeng kembang ukuran kecil sudah ada ditangan. Sekarang tinggal buka laptopnya. Em…gimana ya bongkarnya…….

Dengan hati-hati kuperhatikan baut yang menancap di belakang body laptop. Ada 8 baut disana. Setelah semua baut bisa dilepas, aku perhatikan sambungan yang mungkin bisa dilepas. Akhirnya ketemu juga. Bagian utama laptopku adalah lapisan bawah, sedangkan lapisan atas hanya penutup saja atau peripheral, seperti touchpad mouse dan keyboard .

Lokasi module RAM (terlihat 512Mb)

Gambar atas pertama adalah kondisi laptop yang sudah terbuka bagian atasnya (terlihat di bawah keyboard). Selanjutnya keyboard bisa disingkirkan sementara untuk melihat tempat dimana module RAM berada (gambar atas ke dua). Pemasangan RAM sangat mudah, kerena terdapat slot pengunci RAM yang berfungsi untuk mengunci dan melepas RAM.

Setelah semua RAM baru 2 Gb terpasang dengan rapi, penutup tempat RAM dipasang dan begitu juga bagian-bagian yang lain. Kemudain dengan rasa was-was saya tekan tombol ON/OFF laptop saya, dus… semua berjalan normal, tidak ada masalah. RAM 2Gb langsung terdeteksi oleh BIOS tanpa perlu perubahan seting apapun. Alhamdulillah, akhirnya puas bisa bongkar-pasang laptop sendiri.

Menghapus file yang ngebandel

Menghapus file yang ngebandel

Hari ini aku disibukkan dengan kerjaan sepele, tapi susahnya bukan maen. Ya namanya kagak ngerti, yang mudah juga akan terasa sulit.

Bagi sebagian besar orang, menghapus sebuah file di komputer sangat mudah. Tinggal pilih file atau folder yang akan dihapus, terus klik tombol Delete. Kelar deh.

Tapi kasusku ini bener-bener menjengkelkan. Udah pake jurus Delete macam-macam; reboot, safe mode, DOS command, registry cleaner gak ada yang mempan. File-ku yang pengin ku hapus itu tidak ber-ekstensi, typenya File, dan size-nya 0 byte. Aneh kan?

Lama googling cari sana-sini, akhir kutemukan sebuah jurus yang katanya kuno tapi sangat ampuh. Ini linknya kalo mau download http://www.pcworld.com/downloads/file_description/0,fid,3769,00.asp. Toolnya bernama Directory Freedom, sebuah program under DOS, kecil ukurannya.

Setelah kudonwload, tanpa perlu install, kujalankan file DF.COM. Kemudian muncul tampilan seperti Norton Commander jaman dulu atau Windows Commander, tapi cuma sebelah saja. Langkah selanjutnya aku cari file ngebandel itu terus tekan tombol F2. Jreng….muncul pertanyaan konfirmasi: Do you wish to delete? Y/N. Terang aja aku langsung pencet tombol Y. Dan akhirnya alhamdulillah file ngebandel tersebut bisa terhapus.