Amazing children

•July 3, 2011 • Leave a Comment

In this school holiday – June-July, my six and half (6.5) year daughter, named Haura, has proposed to make a small competition amongst her friends. It is sound a brilliant idea. The proposal was approved by her mam and supported by her dad. During the long holiday, my daughter spent almost all her daytime with her friends playing games or simulations.

On the 3rd July, my daughter woke up at 5.30 central Indonesia time (CIT). She was very enthusiastic and much easier woke up than normal day. After Subuh (dawn) praying, she took a shower though the water temperature was very cold. Then she dressed-up with a bit special dress. The clock showed the time 7.00 CIT but no one of her friends appeared. She was looking outside whether some of her friends ware coming.

At 7.30 almost all her friends were coming. Thereafter the game was starting. There were 5 kid games: cracker eat, marble run, stone and basket, pencil for bottle, and group run. For each, Ummi (Haura’s mother) prepared 3 prizes consist of books, pens, pencil sharpeners, rulers, pencil boxes, and erasers. All the prizes were divided into 5 groups corresponding to the games played. Each group has three different categories for the first, second, and third winner.

On the playground which was used the avenue, all Haura’s friends played the game sportively. When one was on the game, the others supported him by yelling his/her name loudly. The most interesting game was cracker eat. The crackers were hanging on plastic ropes adjustable to the height of participants. One tended to grab the cracker while they were eating. This caused vibration to the other crackers which improved difficulties for the others. Lomba makan kerupukSome participants have low talent to win the championship. They frequently apologized of what they cannot achieve. Nevertheless, there are also ambition participants. The most difficult game was throwing five stones to a small basket from the distance of 2 meters. No one succeeded the game. I have tested the game and concluded that it is not suitable for children under 10 years.

Kid world is very interesting. They are innocent, pure, no tendency, nor seeing another materialistically. God creates the human perfectly and most sophisticated. We can see this by observing the children world. Human themselves degrades their quality. Only limited people are able to preserve their quality. Educate children with love, justice, sympathy, empathy will grow them on the quality deserved by humankind.

 

Layangan Jogja vs Bali

•August 21, 2010 • Leave a Comment

Saat ini, musim kemarau sedang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, meskipun ternyata masih banyak dijumpai beberapa hujan bahkan hingga banjir (akibat hujan) di beberapa dearah. emm…btw, saya nggak akan nulis tentang fenomena musim ini kok. Saya sedikit ingin berbagi pengalaman kepada para pembaca.

Saat musim kemarau biasayanya angin kencang dan cuaca cerah. Saat yang tepat bagi anak-anak, terkadang juga orang tua, untuk menyalurkan hobi bermain layang-layang. Di Jogja, tempat kelahiran saya, layang-layang (kite – Bahasa Inggris) umumnya berbentuk segi empat belah ketupat dan berukuran kecil. Layangan (Bahasa Jawa) ini biasanya terbuat dari kertas ketik (karena sering dipakai untuk media pengetikan manual pada masa lalu, red.), atau bahkan plastik bekas bungkus makanan kecil jika dalam keadaan terpaksa tidak punya uang. Tali yang dipakai untuk menerbangkan layang-layang berupa benang ukuran kecil (0.1 mm) yang terlebih dahulu dibalut (digelas) dengan ramuan yang terbuat dari lem (kanji) dan pecahan lembut kaca. Tujuannya agar benang ini tajam, mampu memutuskan benang layang-layang orang lain. Jadi antar layang-layang biasanya diadu, yang menang adalah yang tetap mampu terbang dan memutuskan layang-layang lawan. Layang-layang yang putus, akan menjadi bahan rebutan anak-anak lain yang menonton dengan berlomba mengejarnya.

Lain halnya di Bali. Layang-layang berbentuk beraneka ragam dengan ukuran yang bervariasi, mulai dari yang kecil hingga raksasa. Gambar pada layang-layang juga sangat bervariasi, ada yang berupa burung, ikan, tokoh masyarakat hingga karikatur isu terkini di media massa. Tali layang-layang biasanya dibuat dari senar dengan ukuran menyesuaikan besar layang-layangnya.

Layang-layang di Bali tidak untuk diadu seperti layang-layang di Jogja, tetapi diterbangkan untuk dinilai keindahan seninya. Karena ukurannya yang besar, menerbangkan layang-layang Bali tidak cukup seorang saja, melainkan sekempok anak muda yang memiliki tenaga masih prima. Dalam menerbangkan layang-layang, mereka mengiringinya dengan tabuhan gamelan khas Bali untuk memompa semangat tim.

Layang-layang raksasa dibawa ke lapangan perlombaan, biasaya dengan memakai truk atau sejenisnya. Hal ini sering kali membuat macet lalu-lintas. Jadi siap-siap jalur alternatif jika berlibur di Bali saat musim kemarau, musim layangan, musim orang liburan. Wassalam, -bmw-.

Kembali ke Bali

•August 21, 2010 • Leave a Comment

Tahun 2002 hingga tahun 2006, lebih banyak waktu saya habiskan di Kota Denpasar – Bali. Dalam waktu tersebut saya bekerja pada sebuah Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) konservasi laut. Tahun 2007 – 2009 mendapatkan kesempatan untuk belajar di Negeri Kincir Angin bidang pengelolaan sumber daya alam (natural resources management), spesialisasi sumber daya pesisir dan lautan. Tahun 2009 berkesempatan banyak untuk berbakti kepada orang tua di Jogja dan akhirnya tahun 2010 ini ditaqdirkan oleh Alloh untuk kembali ke Bali menjalani kehidupan bersama keluarga dan berkarya untuk Negeri Tercinta Indonesia di bawah ‘kendaraan’ Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Perjalanan menuju Bali melalui darat dari arah Jogja selalu melewati Selat Bali dengan kapal penyebrangan fery, yang ditempuh selama 30 menit. Pada hari sibuk, hari libur dan lebaran, selat ini cukup dipadati oleh arus penyebrangan. Bagi yang belum pernah menyeberang, tentu akan menjadi pengalaman yang berkesan. Pulau Bali dari Ketapang, pelabuhan penyeberangan di Banyuwangi, terlihat jelas dengan pemandangan bukit menghijau ketika musim hujan.

Akhirnya, semoga keberadaan kami sekeluarga di Denpasar, Bali membawa banyak manfaat bagi orang lain dan keberkahan bagi kami.

Lebaran 1430H

•September 27, 2009 • Leave a Comment

Lebaran tahun ini terasa beda bagi kami sekeluarga. Setelah 7 tahun merantau, untuk pertama kalinya kami berlebaran yang sebelumnya didahului dengan Puasa Ramadhan sebulan penuh di kampung halaman. Ada nuansa dan pemandangan baru. Jamaah Sholat Ied makin banyak, berbondong orang menunaikan sholat di tanah lapang yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah kami.

Sholat Iedul Fitr 1430

Masjid kami sekarang juga terlihat sangat indah, megah, bercat warna hijau mensyiratkan kesejukan dan kesegaran. Di sampingnya berdiri megah bangunan SD Muhammadiyah Mertosanan dua lantai. Kondisi ini belum lama kami nikmati setelah tiga tahun yang lalu, Mei 2006, diluluhlantakkan oleh gempa dahsyat yang mengguncang Bantul dan sekitarnya di Subuh pagi buta.

Masjid al-Ikhlash

Ya, masjid kami sudah indah, beribadah pun terasa lebih nyaman. Lantas apa yang selanjutnya harus dikerjakan?

Sesungguhnya tidaklah bermakna apa-apa sebuah bangunan masjid yang indah dan megah jika didalamnya tidak terdapat aktifitas ubudiyah yang semarak. Dikala Rasulullah masih hidup, bangunan masjid berdiri apa adanya. Pelepah kurma bahkan pernah menjadi atapnya sedangkan lantainya dibiarkan berupa pasir. Namun, sungguh masjid berfungsi sangat optimal sebagai wahana pembangunan masyarakat. Masjid menjadi pusat peradaban, keilmuan dan pemecahan segala permasalahan kehidupan.

Mampunkah masjid kami ini menjadi seperti maasjid ala Rasulullah?

Jawabannya masih butuh waktu panjang dan upaya keras untuk mewujuhkannya.

Makmurlah masjidku.

Kebunku

•September 16, 2009 • Leave a Comment

Teringat sebuah lagu di jaman kanak-kanak dulu

Lihat kebunku penuh dengan bunga
Ada yang putih dan ada yang merah
Setiap hari kusiram semua
Mawar Melati semuanya indah…

Inilah sebagian aktivitasku mengisi waktu luang. Berkebun dengan menanam aneka sayur dan buah-buahan yang dapat tumbuh di halaman samping rumahku. Tomat, cabai, terong, kangkung, ketela pohon, bengkoang, kacang panjang, melon, semangka, markisa, rosela, klengkeng, jeruk, dan masih banyak lagi. Emm…ketika sudah mulai tumbuh, keluar dari dalam tanah, hati mulai senang. Kesenangan bertambah ketika mereka mulai berbunga dan berbuah. Terbetik sebuah perasaan mendalam di hati, sungguh Alloh Maha Kuasa menumbuhkan tanaman dari biji-bijian di muka Bumi. Allohu akbar!

Ide mananami lahan kosong di samping rumah berawal ketika saat menempati rumah, terasa pandangan ke pekarangan kosong, hanya tanah kering. Alangkah indah jika lahan ini berwarna-warni dengan aneka warna tanaman sayur dan buah-buahan. Mata akan senang melihatnya, hati akan teduh merasakannya. Hijau ranau diselingi kuning, merah, seburat warna-warna bunga dan buah-buahan.

Haura, putriku pun ikutan senang dengan tanaman. Setiap makan buah yang berbiji, dia selalu meminta abi dan uminya untuk menanam biji-biji itu. Semoga ini juga salah satu upaya pendidikan cinta lingkungan baginya yang bermanfaat di masa depannya.

Ya Alloh, Engkau tumbuhkan tanaman dari biji-bijian di muka Bumi sebagai rizki bagi ummat manusia. Segala Puji hanya pantas dihaturkan kepadaMu.

Robbanaa maa kholaqta haadzaa baathilan
Subhaanaka wa qinaa ‘adza bannaar.

Tentu Kita Pilih Yang baik-baik

•February 17, 2009 • Leave a Comment

Pekan yang lalu, dalam mimbar jum’at di musholla Kampus ITC, Enschede-Belanda, khotib memberikan sebuah ilustrasi sederhana tetapi sangat menyentuh tentang pilihan-pilihan yang harus kita pilih dalam hidup ini.

Khotib memulai dengan bercerita tentang perintah seorang presiden kepada tiga orang menterinya. Perintahnya sederhana, tidak terkait dengan urusan pemerintahan. Dalam dunia anak-ank ya…seperti permainan lah.

Nah, perintahnya adalah ketiga menteri tersebut diminta untuk memetik buah-buahan dan sayur-mayur yang terbaik dari kebun sang presiden. Kepada ketiganya diberikan masing-masing satu tas besar yang sama persis.  Dalam waktu satu hari ketiga harus menyerahkan masing-masing tas berisi buah-buahan dan sayauran kepada sang presiden.

Dus….setelah briefing selesai, ketiganya segera lah berhamburan ke kebun sang presiden dan mulai melaksanakan perintah atasannya.

Menteri pertama dengan cermat mencari, memilih dan memetik hanya buah-buahan dan sayuran yang berkualitas terbaik. Dia masukan barang-barang tersebut dengan hati-hati ke dalam tas yang sudah dipersiapkan.

Menteri kedua, dengan bermalas-malasan asal petik saja buah-buahan dan sayuran yang ada di depan mata. Buah yang bagus masuk, yang sudah mulai busuk pun masuk. Semuanya dicampuradukkan ke dalam tas yang diberikan kepadanya. Dia bergumam dalam hati “Pak presiden kan tidak mungkin ngecek isi tas ini, paling para pembantunya yang akan melakukannya. lagian tas-nya sama persis dengan tas koleganya yang para menteri itul”.

Meteri ketiga, dengan tampang “cuek bebek” tidak peduli memasukkan apa saja yang terlihat di depan mata ke dalam tasnya. Ada buah-buahan, sayuran, batu, dan apa pun yang dapat dimasukkan ke dalam tasnya.

Wal hasil, sore harinya mereka bertiga menghadap sang presiden membawa masing-masing tasnya. Apa kata presiden?

Wahai para menteriku, sekarang kalian bertiga aku masukkan ke dalam penjara selama sebulan penuh bersama tas kalian masing. Tidak boleh keluar, tidak boleh berhubungan dengan dunia luar.

Duss…………

Kira-kira apa yang bergemuruh di hati ketiga menteri itu????

Yang pertama tentu bilang “alhamdulillah”

Yang kedua akan bilang, waduh seandainya saya mengikuti perintah Pak Presiden.

Yang ketiga, “modar aku”

***

Begitulah sebuah gambaran bagi kita sekalian sebagai manusia yang diberikan oleh Alloh (Presidennya Presiden) keleluasaan di kebunNya (dunia) untuk mengambil yang baik-baik. Kehidupan nanti akan kita nikmati dengan bekal yang kita petik selama di dunia. Jika kita hanya ambil yang baik-baik, tentu kebahagiaan yang akan kita dapatkan, sebaliknya maka siksa Alloh akan sangat pedih.

Yuk kita pilih yang baik-baik aja.

File sharing di Windows ‘gak mau jalan

•November 25, 2008 • Leave a Comment

Hari ini saya perlu untuk membuat file sharing di salah satu folder laptop saya. Seingatku bikin folder untuk bisa dishare (diakses oleh komputer lain) itu sangat mudah. Tapi kok ternyata sekarang susah banget. Udah bolak-balik dicoba tetep gak berhasil bikin sharing folder.

Ya, memeng dulu waktu re-install Windows, saya tidak mengaktifkan pilihan membuat sharing folder. Nah giliran sekarang dibutuhkan gak tahu caranya.

…..setelah cari tahu sana-sini akhirnya ketemu solusinya.

  1. Konfigurasi file sharing harus diaktifkan dulu. Caranya klik kanan ‘My Network Places’, terus pilih Properties.
  2. Jalankan task ‘Set up a home or small office network’, kemudian ikuti wizard yang ada sampai selesai (biasanya perlu reboot)
  3. Aktifkan service service ‘Computer Browser’ dari Control Panel > Administative Tools (…nah ini ni yang bikin pusing, soalnya baru tahu setelah coba-coba)
  4. Setelah selesai, baru bikin sharing folder hanya butuh 5 kali klik.

Online Storage

•November 14, 2008 • 1 Comment

Sebentar lagi XDrive-nya AOL akan gulung tikar per 12 Januari 2009. Wah sedih juga, padahal baru aja kenal sama XDrive ini, sebuah tempat penyimpanan gratis online yang bisa kita gunakan untuk menyimpan semua file kita dan kita dapat akses dari mana saja.

Cari-cari penggantinya nampaknya belum ada sampai sekarang. GDrive, fasilitas seperti XDrive yang diharapkan dilauncing oleh Google juga belum nongol-nongol. Wah kapan ya kita bisa menikmati GDrive ini.

Sebagai alternatif, kita dapat menggunakan mailbox Gmail untuk menyimpan file-file kita. Lumayan kan karena kapasitasnya bisa mencapai 7 Gb. Tapi keterbatasannya ya sebuah file tidak bisa lebih dari 10 Mb. Keterbatasan lainnya adalah kurang nyaman dalam pengelolaan filenya. Sedikit ribet gitu.

Namun dekimian mailbox Gmail cukuplah untuk sementara menjadi solusinya. Untuk menggunakannya ada sebuah program kecil yang akan membuat Drive di komputer kita yang secara otomatis menjagi file manajer di mailbox Gmail. Program ini dapat diakses di sini. Setelah diinstal, di WIndows Explorer akan muncul Drive baru bernama GMail Drive seperti gambar berikut ini.GMail Drive

Untuk memfungsikan GMailDrive ini hanya dibutuhkan account Gmail saja. Anda selanjutnya dapat login/logout dan dapat berganti-ganti dari satu accoung Gmail ke account Gmail lainnya. Akses secara online dilakukan dengan membuka mailbox Gmail dan file tersebut (dalam GMail Drive) ada dalam bentuk attachment

Semoga bermanfaat.

Sebuah Renungan di Pagi Hari

•September 4, 2008 • 3 Comments

Di pagi hari kami berada dan kerajaan (langit dan segala isinya) adalah milik Alloh swt. Segala puji hanya milik Alloh swt. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada ilah (Tuhan) selain Dia. Kepada-Nya lah tempat kembali.

Inilah sebuah petikan salah satu doa dalam dzikir al-Ma’tsurat yang rutin dibaca oleh orang-orang muslim. Sungguh luar biasa maknanya bila sejenak merenungkannya sembari meresapinya dan dikombinasikan dengan tadabbur alam.

Pagi ini, di sebuah kamar Hotel ITC, alhamdulillah Alloh swt memberika karunia kesehatan dan semangat yang baik di dalam diri saya. Saya buka gorden jendela sehingga amat jelas terlihat langit timur Kota Enschede dari lantai delapan (…ah delapan lagi!). Perlahan namun pasti, ada perubahan teratur terjadi di ufuk timur itu.

Waktu menunjukkan pukul 6.40 cet pagi. Matahari belum juga menampakkan jati dirinya. Langit masih kelabu. Awan tipis bergerak perlahan berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Sebagian berkelompok membentuk sebuah pola laksana tombak meluncur dari kanan ke kiri. Diantara kelompok itu tidak saling mengganggu, masing-masing bergerak di jalur-nya sendiri-sendiri. Empat buah pola linear segera menghiasi langit kelabu yang perlahan memerah itu.

Di sisi tembok kamar di belankangku ternyata ada juga fenomena yang cukup menarik merefleksikan perubahan yang terjadi di alam raya. Sinar mentari jingga kemerahan telah mengubah warna tembok kamarku menjadi indah untuk dilihat. Gambar dan coretan di kertas HVS berisikan ungkapan kebagiaan menyambut Bulan Ramadhan “Marhaban yaa Ramadhan” terikut pula tampak indah walau tidak layak untuk dikomersialkan. Subhanallah…

Tiba lah saatnya ketentuan Alloh swt. Matahari terbit di ufuk timur Kota Enschede ini pukul 6.53 cet. Rona cahaya Mentari jingga berkilatan menyembul dari balik Holland Casino, sebuah tempat pelanggaran terhadap undang-undang Alloh swt. Namun Matahari tidak peduli dengan ini, Ia tetap tunduk terhadap perintah-perintah Alloh swt untuk menyinari Bumi dimanapun kepada siapapun. Allohu Akbar!

Tidak lama berselang, sang Mentari harus bersapa dengan sang Awan yang terus bergerak tiada putusnya. Berdera-bendera di atas Holland Casino patuh berkibar menandakan adanya hembusan angin yang cukup keras. Warna kelabu gelap yang menyisipkan ketebalan, sang Awan mampu menghalangi sinar Mentari sehingga suasana di Kamarku kembali meredup. Namun kembali Mentari menemukan celah untuk memberikan anugerah sinarnya kepada makhluk di muka Bumi. Selang seling sinar Matahari dan tutupan awan tebal telah menjadikan Kamarku gelap terap, kelap kelip, suatu bentuk hiasan alam yang luar biasa.

Sungguh anugera Alloh swt yang luar biasa, masih memberikanku kesempatan menikmati keindahan ayat-ayat kauniyah-Nya.  Semuanya membentuk sinergi yang indah.

Bersyukur, lensa tercanggih di dunia , lensa mata (ku) masih bekerja dengan apik. Ya Alloh, aku mohon kepada-Mu dari mempergunakan segala anugerah-Mu pada hal-hal yang tidak Engkau sukai.

Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka.

Ramadhan, Syahrul Qur’an

•August 30, 2008 • Leave a Comment

Alhamdulillah, sebentar lagi Ramadhan ‘kan tiba!

Salah satu predikat Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, artinya bulan dimulakannya turun Al-Qur-an. Al-Quran, sebuah kitab (buku), bukan sembarang kitab. Sebuah kitab mu’jiat, Great Gift, yang diberikan Alloh swt sang Pencipta kepada manusia sebagai guidance, petunjuk untuk hidup di Dunia menuju keselatan kehidupan di Akhirat. Sebuah kitab mu’jiat yang tidak boleh disalahgunakan sebagai jimat. Al-Qur’an jauh melebihi keyakinan sebagian orang yang hanya menjadikannya sebagai jimat.

Lantas ada apa dengan Bulan Ramadhan, Bulan Al-Qur’an?

Tentu, kita tidak sekedar mengenang waktu-waktu diturunkannya Al-Qur’an, tetapi yang lebih penting lagi adalah kita lihat kembali, evaluasi, sejauh mana kepribadian kita terwarnai dengan Al-Qur’an. Sudahkah kita menjadi ‘Al-Qur’an-Al-Qur’an’ hidup? seperti tatkala Aisyah ditanya tentang akhlaq Rasulullah. Maka dijawab oleh Aisyah, akhlaqnya adalah Al-Qur’an. Artinya apa? artinya adalah bahwa petunjuk-petunjuk di dalam Al-Qur’an sudah terimplementasikan dalam pribadi Rasulullah.

Bulan Ramadhan adalah kesempatan sangat baik buat kita semua yang merasa sebagai pengikut Rasulullah untuk meneladani beliau. Seberapa banyak nasihat Rasulullah sudah kita lakukan, setinggi itu pula tingkat peneladanan kita. Salah satu aspeknya adalah kedekatan kita dengan Al-Qur’an. Bulan Ramadhan biasa digunakan Rasulullah untuk bertadarus Al-Qur’an dengan Malaikat Jibril.

Mari saudaraku, kita arahkan aktifitas harian kita untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Yang belum bisa membaca, berusaha supaya segera bisa membaca. Yang sudah bisa baca, rutinkan membacanya setiap hari. Yang sudah rutin membaca, tingkatkan dengan mengetahui makna-maknanya, dan seterusnya. Mengajarkan Al-Qur’an pada level apapun, insyaAlloh akan bermanfaat dan mendapat pahala yang besar. Ajak anggota keluarga kita untuk bersama-sama ber’gelut’ dengan Al-Qur’an lebih intensif di Bulan Ramadhan ini. Anak-anak kita yang sudah bisa berbicara, ajarkan mereka membaca Al-Qur’an. Isteri kita ajak bersama bertadarrus, menghafal bersama dan mentadabburi Al-Qur’an.

Di jaman modern ini, sumber-sumber ilmu Al-Qur’an sangat banyak tersedia, bahkan beberapa dapat diperoleh dengan cuma-cuma. Internet; Google, Youtube dll bisa jadi alternatif sarana belajar kita. Tentu yang terbaik adalah jika kita bisa menemukan guru, face to face.

Berikut salah satu video di Youtube yang bisa membuat takjub para orang tua (sholeh). Anak-anak yang sudah fasih dalam membaca Al-Qur’an. Mereka menjadi dambaan semua orang tua.

Wassalam.

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.